Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Arima Kousei & Miyazono Kaori

 Menceritakan tentang Kousei Arima, seseorang pianis pakar yang merajai kompetisi- kompetisi yang sempat ia simak. Kesempurnaannya dalam bermain buatnya tidak terkalahkan serta populer digolongan anak kecil sebab ia merupakan pemenang kompetisi piano termuda. 

Tetapi, gelar tidak terkalahkan itu membuat iri lawan- lawannya serta menggelarinya manusia metronome sebab ia senantiasa jadi boneka yang senantiasa tunduk hendak perintah ibunya. Kehebatan yang ia miliki juga tidak terlepas dari tata cara latihan ibunya yang keras. Yup, dikala saya berkata keras, latihannya memanglah keras, apalagi Arima wajib banyak hadapi luka- luka dikala latihan.


Dikala berusia 12 tahun

Arima kehabisan ibunya yang telah tidak tertolong lagi dengan penyakitnya. Peristiwa tersebut betul- betul membagikan pukulan berat terhadap hidupnya sebab sepanjang ini yang jadi sebabnya buat bermain merupakan demi ibunya, demi kesembuhan ibunya. Saat sebelum ibunya wafat, Arima pernah marah dengan ibunya yang tidak sempat puas dengan permainannya serta berkata" orang sepertimu( ibunya) lebih baik mati saja". 

Sehabis ibunya wafat, rasa bersalah yang ia miliki sebab sudah mengatakan semacam itu terhadap ibunya saat sebelum wafat buatnya merasa jika ia terserang kutukan dari ibunya sehingga tidak dapat mencermati nada dari piano yang ia mainkan. Jadi tiap ia bermain piano, ia merasa lagi terdapat di dalam air, tidak mencermati apa- apa tidak hanya suara yang sumbang. 2 tahun sehabis kepergian ibunya, Arima masih saja belum bermain serta malam memutuskan buat menyudahi bermain piano serta menjajaki kompetisi. Walaupun menyudahi bermain, tetapi Arima tidak jauh dari piano serta bekerja selaku pencari nada di depan piano yang tidak ia mainkan.

Sesuatu hari, seseorang sahabat masa kecilnya bernama Tsubaki Sawabe mengajaknya buat menemaninya menghadirkan seseorang sahabat kelasnya dengan sahabat mereka Ryouta Watari. Tsubaki, Watari serta Arima merupakan sahabat dari kecil. 

Mereka berkembang besar di kota yang sama serta nyaris senantiasa satu sekolah bersama. Tahun terakhir di SMP, Arima cuma sekelas dengan Watari serta berbeda kelas dengan Tsubaki. Tsubaki memforsir Arima buat turut dengannya sebab ia merasa, bisa jadi saja perempuan yang mau mengajak Watari berkenalan ini merupakan seseorang pemain musik klasik serta bisa jadi saja dapat mendesak Arima buat kembali bermain semacam dahulu.

Tsubaki merupakan seseorang perempuan tomboi pemain baseball yang ialah orang sebelah Arima semenjak dahulu, seperti itu sebabnya ia begitu akrab dengan Arima walaupun dikala kecil Arima susah sekali buat ia ajak bermain sebab padat jadwal latihan bersama ibunya. Arima menyangka Tsubaki selaku seseorang kakak yang senantiasa terdapat buat melindungi, memanglah seperti itu yang senantiasa Tsubaki jalani sejak kecil ialah melindungi Arima sebab di mata Arima cumalah lelaki lemah yang tidak dapat mengurus dirinya sendiri. 

Tsubaki pula suka menjaili Arima yang begitu kikuk, buatnya pula diucap selaku seseorang kakak yang menyebalkan oleh Arima. Tsubaki begitu suka mendengerkan game piano Arima serta menyangka jika Arima keren dikala bermain piano. Mengingat mereka tinggal berdekatan, Tsubaki umumnya mencermati langsung game Arima dari dalam kamarnya. Telah 2 tahun lalu, ia tidak lagi mencermati Arima memainkan pianonya.

Watari, Arima, Tsubaki

Watari merupakan sahabat masa kecil Arima pula, tetapi bukan orang sebelah. Seseorang playboy terkenal yang mempunyai banyak pacar sehingga terkadang ia sangat padat jadwal dengan seluruh wanitanya, meninggalkan Arima cuma berdua dengan Tsubaki. 

Ia pula merupakan seseorang pemain bola yang berimpian buat melanjutkan SMA- nya di sekolah spesial sepak bola. Tidak begitu paham musik, sehingga terkadang ia cuma tidur dikala diajak buat melihat kompetisi piano.

Hari pertemuan juga telah datang, satu momen yang kesimpulannya sukses membuat hidup Arima yang abu- abu jadi kembali bercorak, ialah sehabis tanpa terencana ia berjumpa lebih dahulu dengan perempuan yang mau kenalan dengan Watari, Kaori Miyazono. Betapa takjubnya Arima kala memandang Kaori memainkan pianika dengan bebasnya serta meneteskan air mata pada akhir permainannya. 

Tanpa siuman Arima mengambil handphone- nya serta berupaya memfoto Kaori yang lagi bermain tersebut, tetapi Kaori malah salah mengerti serta mengira jika Arima mau memfoto celana dalamnya. Bukan dini suatu pertemuan yang bagus memanglah. 

Tetapi setelah itu Tsubaki serta Watari tiba, Kaori yang sebelumnya jahat serta menyiksa Arima langsung berganti ekstrem di hadapan Watari. Begitu memandang Kaori, Watari juga langsung menyukainya, tidak diragukan sih, Kaori memanglah seseorang perempuan yang menawan dengan rambut panjang lembutnya beserta sifatnya yang riang. Sementara itu Arima merasa jika ia baru saja jatuh cinta dengan Kaori, tetapi sehabis memandang Kaori akrab dengan Watari, ia juga langsung patah semangat.

Kebetulan pada hari itu pula, Kaori lagi terdapat agenda kompetisi Biola. Berhubung mereka pula tidak memiliki tujuan lain, Watari, Tsubaki serta Arima juga memutuskan buat menyaksilan Kaori bermain di kompetisi tersebut. 

Dikala datang giliran Kaori bermain, awal mulanya begitu tertib serta cocok dengan partitur. Tetapi setelah itu permainannya begitu leluasa serta sukses menarik segala pemirsa yang melihat tidak terkecuali Watari serta pula Arima. Watari jadi terus menjadi menggemari Kaori, demikian juga dengan Arima, ia jadi begitu termotivasi sehabis memandang penampilan Kaori. 

Sehabis hari kompetisi itu juga Kaori jadi terus menjadi dekat dengan Watari. Tetapi Watari tetaplah Watari dengan watak playboy- nya yang masih saja menempel walaupun saat ini ia telah miliki Kaori yang dapat dikatakan perempuan sempurna.

Sesuatu hari Arima berjumpa dengannya di jalur, ia lagi menunggu Watari. Arima ketahui jika Watari sesungguhnya lagi berkencan dengan perempuan lain, tetapi selaku seseorang sahabat Arima juga melindungi Watari serta Kaori malam setelah itu menunjuk Arima selaku pengganti Watari dengan menggelarinya" sahabat A". 

Dengan usaha yang lumayan panjang serta penuh air mata, kesimpulannya Kaori sukses membuat Arima kembali memainkan piano serta jadi pengiringnya dalam suatu kompetisi biola. Sementara itu awal mulanya Arima senantiasa saja melarikan diri dari ajakan Kaori buat jadi seseorang pengiring. Tetapi menyerah tidaklah suatu yang Kaori jalani serta ia malah meneror Arima dengan meletakkan banyak lembar partitur di dekat kehidupan Arima.

Sehabis lama tidak bermain, setelah itu bermain kembali selaku seseorang pengiring, awal mulanya dijalani dengan mudah, tetapi tidak bertahan lama. Apa yang sepanjang ini Arima anggap selaku kutukan kesimpulannya kembali menghantuinya serta ia kembali tidak dapat mencermati nada yang ia mainkan membuat permainannya kacau demikian juga game Kaori turut kacau. 

Tidak menyerah sebab sudah kandas sekali, setelah itu Kaori memohon permainannya diulang. Berbeda dengan yang awal, kali ini Kaori berupaya buat menuntun Arima yang serasa lagi terletak di dalam lautan nan hitam, membagikan sinar harapan yang setelah itu menyelamatkan Arima dari kesumbangan yang sepanjang 2 tahun belum lama sudah membayang- bayangi permainannya. Usaha Kaori tidak percuma, mereka berdua sukses menuntaskan lagunya dengan sukses serta tepuk tangan yang meriah dari pemirsa yang muncul memecah atmosfer sepi sehabis mereka bermain.

Sehabis itu, Arima juga kesimpulannya memberanikan buat kembali menjajaki kompetisi piano. Walaupun belum sembuh seluruhnya dari trauma yang dialaminya sehabis kepergian ibunya. Aksi Arima ini setelah itu mempertemukannya kembali dengan 2 orang pesaing terberatnya sejak masih kecil dahulu, ialah Takeshi Aiza serta Emi Igawa. 

Tidak hanya jadi rival terberat Arima, mereka berdua pula merupakan fans berat Arima serta menjadikan selaku seseorang panutan yang sangat menginspirasi buat bermain piano. Memandang Kouse Arima kembali masuk catatan pesarta kompetisi sehabis menunggu 2 tahun lamanya, membuat Takeshi serta Emi betul- betul bergairah serta bertekat buat dapat unjuk kebolehan di depan Arima langsung.

Emi, Takeshi, Arima

Semasa anak- anak, Takeshi sempat menyangka Arima selaku seseorang pahlawan sebab sifatnya yang cool. Dari dahulu ia senantiasa berupaya buat dapat mengalahkan Arima dalam kompetisi piano. Tetapi terus menjadi ia berupaya, terus menjadi ia merasa tertinggal dari Arima, seakan tidak dapat mencapai Arima. Tetapi itu tidak mematahkan semangatnya buat terus berlatih keras sebab ia yakin sesuatu dikala ia dapat mengalahkan Arima di dalam kompetisi.

Lagi Emi merupakan seseorang anak wanita yang mulai bermain piano sehabis semasa kecilnya ia memandang Arima bermain dengan lugunya setelah itu termotivasi buat dapat bermain pula sama semacam Arima. Tujuannya merupakan supaya Arima dapat melihatnya bermain, menyadari keberadaannya, berharap nada yang ia mainkan hendak hingga kepada Arima.

Kompetisi dini Arima sehabis sekian lama tidak berbuah manis. Di tengah game ia lagi- lagi tidak dapat mencermati nada yang ia mainkan, setelah itu sebab menyudahi bermain di tengah penampilan, ia juga didiskualifikasi. 

Di situlah kedudukan Kaori nampak, lama- lama ia berupaya buat melenyapkan trauma yang Arima rasakan, berupaya buat membuat Arima dapat merasakan nada yang ia mainkan. Usaha tersebut bukanlah percuma sebab kesimpulannya Arima dapat bermain semacam dahulu lagi, ia kesimpulannya kembali menciptakan sebabnya buat bermain piano.

Bila dahulu ibunya merupakan sumber inspirasi serta sebabnya buat bermain, tetapi sehabis terdapatnya Kaori, dialah yang jadi inspirasi serta alibi Arima saat ini. Kebahagiaan yang Arima rasakan sehabis menciptakan kehebatannya kembali tidak berlangsung lama. Kaori seketika saja masuk rumah sakit sebab penyakit bone marrow failure( kandas sumsum tulang) yang telah lama dideritanya. 

Tidak terdapat satu juga dari temannya yang mengenali penyakit sesungguhnya yang dialami Kaori, ia senantiasa saja berkata jika ia cuma hadapi anemia. Memandang Kaori yang terletak di rumah sakit, membuat Arima teringat dengan kenangan ibunya serta ia ketahui jika kaori bohong tentang penyakit, ia ketahui jika Kaori tidak hendak baik- baik saja walaupun Kaori terus saja berlagak semacam umumnya tetapi dengan wajah yang lebih pucat.

Dirawatnya Kaori di rumah sakit pengaruhi game Arima yang kembali memburuk. Tetapi tidak berlangsung lama sehabis Kaori memarahinya. Kaori betul- betul jadi orang yang sangat mempengaruhi terhadap hidup Arima.

Dengan kemampuan yang telah kembali semacam semula, Arima juga memperoleh murid yang tidak lain merupakan adik dari rivalnya, Takeshi. Awal mulanya adiknya tersebut bernazar menyakiti Arima yang ia anggap telah merebut kakaknya darinya. Tetapi sehabis memahami Arima lebih dekat, ia jadi ketahui Arima yang sesungguhnya serta malah balik mengaguminya. 

Sesuatu kala, sebab kerap menempuh pembedahan serta sebagian pengobatan, membuat Arima tidak sering berjumpa dengan Kaori, buatnya jadi cuma kerap menghabiskan waktu cuma bersama Tsubaki. Dikala cuma berdua sembari berteduh menunggu hujan reda, 

Tsubaki memohon Arima buat menyadari perasaannya serta memforsir Arima buat sepatutnya ketahui jika Kaori menggemari Watari, serta Arima tidak memiliki opsi tidak hanya menyukainya( Tsubaki). Itu merupakan buat awal kalinya Tsubaki berani frontal dengan perasaannya. Tetapi perihal tersebut malah membuat ikatan mereka jadi canggung satu sama lain.

Hingga diakhir cerita, Kaori tidak memiliki opsi tidak hanya berani buat melaksanakan pembedahan yang penuh resiko bila mau bermain biola semacam dahulu.

Nyatanya operasinya tidak berjalan semacam yang diharapkan. Nyawa Kaori kandas diselamatkan dari pembedahan tersebut. Tetapi dalam prosesnya, Arima pula lagi menjajaki kompetisi final saat sebelum kesimpulannya menutup buku- nya di SMP. Dikala bermain di final, 

Arima semacam merasakan Kaori yang turut mengiringinya dengan bermain biola di sampingnya. Lagu yang dimainkan Arima di final tersebut merupakan Chopin`s Ballad Nomor. 1 in Gram minor, Op. 23. Sangat duet terakhir yang mengharukan. Arima juga meneteskan air mata dipenghujung permainannya.

Sepulang dari kompetisi tersebut, Arima membaca pesan terakhir Kaori yang menguak fakta- fakta mengejutkan, ini isi pesan terakhir Kaori...

Kepada Arima Kousei,

Rasanya aneh menulis pesan buat seorang yang baru saja bersamaku. Kau orang yang jahat, sampah, lelet, bodoh. Saya awal kali berjumpa denganmu dikala berusia 5 tahun, itu di dikala pertunjukkan piano sekolah. Anak pria kikuk yang membuat pemirsa tertawa sebab menjatuhkan sofa pianonya. Ia duduk di depan piano yang lebih besar darinya, tetapi dikala ia memainkan not pertamanya, saya langsung terpukau mendengarkannya. Suara semacam palet 24 warna serta melodinya semacam berdansa. Saya kaget dikala anak wanita yang duduk di sampingku menangis kencang.

Meski begitu, kau menyudahi bermain piano, sementara itu kau telah pengaruhi hidupku. Kau jahat sekali. Jahat, lelet, bodoh.

Dikala ketahui jika kita satu SMP, saya bahagia sekali. Gimana triknya supaya saya dapat bicara denganmu? Apa saya beli roti isi saja tiap hari? Tetapi pada kesimpulannya yang dapat saya jalani cumalah memandangimu dari kejauhan. Soalnya seluruh orang nampak rapat sekali denganmu. Tidak terdapat ruang sedikitpun untukku masuk. Dikala saya masih kecil saya sempat dioperasi serta kerap dirawat di rumah sakit. Sehabis saya jatuh pingsan dikala kelas 1 SMP, saya jadi lebih kerap keluar- masuk rumah sakit serta waktu perawatanku juga jadi terus menjadi lama. Saya jadi banyak bolos sekolah. Saya ketahui jika keadaan tubuhku tidak begitu baik.

Sesuatu malam, saya memandang bunda serta ayahku menangis di ruang tunggu rumah sakit, saya siuman jika waktuku tidak banyak lagi. Dikala seperti itu saya mulai berlari!

Saya mulai melaksanakan apa juga yang saya ingin, supaya saya tidak bawa penyesalan ke surga. Saya tidak khawatir lagi buat menggunakan lensa kontak. Memakan banyak kue tanpa takut dengan berat badanku. Partitur musik yang sepanjang ini mengaturku, saat ini saya memainkannya dengan caraku sendiri.

Kemudian saya mengucapkan satu kebohongan, jika Kaori Miyazono menggemari Ryouta Watari. Seperti itu kebohonganku. Kebohongan itu membawanya ke depanku, Arima Kousei. Itu membawamu kepadaku.

Sampaikan permintaan maafku pada Watari. Tetapi saya percaya saat ini Watari telah melupakanku. Selaku sahabat ia mengasyikkan, tetapi kayaknya saya lebih menggemari orang yang lebih setia. Serta pula, sampaikan maafku kepada Tsubaki. 

Saya cumalah seorang yang kebetulan melalui serta hendak langsung menghilang, saya tidak mau meninggalkan kesan yang aneh, makanya saya tidak dapat memintanya kepada Tsubaki ataupun langsung berkata" kenalkan saya pada Arima", saya percaya Tsubaki tidak hendak menerimanya. Lagi pula Tsubaki sangat menyukaimu. Seluruh orang ketahui itu kecuali kau serta Tsubaki sendiri.

Kebohongan licik yang telah membawamu padaku, tidak sempat saya bayangkan tadinya. Kau jauh lebih sedih hati serta suram dari yang saya duga, kau pula keras kepala, tidak tahu letih serta tukang intip. Suaramu jauh lebih pelan dari yang saya duga, serta kau jauh lebih jantan dari yang saya duga. Tetapi cocok dugaanku, kau laki- laki yang baik. 

Dikala kita melompat ke sungai, airnya sangat sejuk serta fresh ya? Bulan yang mengintip ke ruang musik semacam roti manju yang lezat. Dikala kita balapan dengan kereta, saya sangat percaya kita dapat menang. Dikala kita berdua bernyanyi Twinkle Twinkle Little Star, rasanya mengasyikkan sekali ya? Tentu terdapat suatu di sekolah dikala malam hari, ya kan? Salju yang turun nampak semacam kelopak bunga sakura, kan? Saya merupakan musisi tetapi terbawa- bawa oleh seluruh suatu dari luar panggung, saya ini orangnya aneh ya? Saat- saat yang tidak terlupakan untukku cumalah hal- hal kecil, itu aneh, bukan?

Gimana denganmu? Apa saya sukses masuk ke dalam hati seorang? Apa saya sukses masuk ke dalam hatimu? Walaupun cuma sedikit, apa kau hendak mengingatku? Jangan memencet tombol reset- nya, ya! Jangan melupakanku, ya! Janji, ya?

Telah saya duga, saya bersyukur itu kau. Apa saya mencapaimu? Saya harap ini hingga kepadamu..

Arima Kouse, saya mencintaimu.

Maaf saya tidak menghabiskan Caneles- nya. Maaf saya telah banyak memukulmu. Maaf saya telah egois. Tolong banyak maafkan saya, ya. Terima kasih.

P. S. Saya menyimpan harta karunku di dalam suratnya.

Isi pesan terakhir Kaori itu telah menggambarkan segala ending dari anime ini, pula jadi alibi kenapa judulnya Kebohongan di Bulan April, nyatanya yang mengacu kepada kebohongannya menggemari Watari buat mendekati Arima. Pada kesimpulannya Tsubaki siuman serta memutuskan buat senantiasa berlagak semacam biasa kepada Arima, ialah jadi seseorang malaikat pelindung Arima. Entah gimana akhir ikatan mereka, tetapi memandang senyuman Arima, nampaknya ikatan mereka nanti langgeng. 

Pranata Pasha
Pranata Pasha Hanya Seorang Yang Mencintai Teknologi

Post a Comment for "Arima Kousei & Miyazono Kaori"